Wednesday, August 2, 2017

Perpaduan Unik Air Terjun Kembar dan Bunga Bangkai



Entah sudah berapa meter kubik air yang sedari tadi terhempas turun oleh kuatnya gravitasi, menghantam lubuk dan mengalir menuju titik terendah. Sebagian kecil air yang jatuh ke lubuk terhempas kembali ke udara dan menyentuh kulit siapapun yang berada di dekatnya, segar terasa. Hijau dedaunan yang tumbuh dengan suburnya meneduhkan setiap mata yang memandang. Bunga-bunga kekuningan di sisi lain air terjun menambah keragaman tumbuhan dan kecantikan aliran kembar ini. Pesona bunga bangkai yang belum mekar di samping air terjun melengkapi keunikan tempat ini. Saat mekar nanti, tentu sempurnalah keindahan dan keunikan tempat ini.




Lika-liku Perjalanan

Rona-rona lelah tersirat di wajah teman-teman sepetualangan kali ini. Memang perjalanan menembus perut bumi di Goa Batu Kapal cukup menguras energi, ditambah pula jalanan yang cukup membuat badan tak bisa diam bersandar di kursi mobil. 

Namun, perlahan wajah-wajah kelelahan mulai memudar saat hijaunya kebun teh menyapa di perjalanan menuju air terjun kembar, seolah menjadi penawar lelah. Sayang, saat itu sang awan enggan memamerkan kemegahan Kerinci. Hanya perbukitan yang menjadi pagar pembatas, sedangkan gunung kerinci tertutupi sempurna oleh awan. Biasanya sang awan membiarkan setiap orang menikmati view cantik gunung kerinci di pagi hari sebelum jam 9.

Dari jalan aspal, kembali kami temui jalanan tanah berbatu, namun hanya sebentar. Tak berapa lama, gemericik air terjun mulai terdengar. Turun dari mobil, kami percepat langkah menuju sumber suara. Air terjun yang arusnya terbelah oleh sebuah batu terpampang di depan mata, terlihat indah. Tak lagi tampak wajah-wajah kelelahan itu, berganti dengan muka-muka ceria dengan senyuman yang perlahan memekar.


Air terjun kembar berada di sebuah lembah dengan kemiringan yang cukup curam. Untuk menuju kesana, tanah berundak telah siap memudahkan langkah kaki. Terdapat sebuah sungai yang memisahkan air terjun dari tempat kami memarkir kendaraan. Sebuah jembatan dari bambu menjadi penghubung kedua sisinya. Untuk keamanan, sebaiknya jangan terlalu banyak yang melewatinya pada waktu yang bersamaan. 

Menuju ke air terjun ini menurut gue effortless karena dari parkiran menuju air terjun hanya sekitar 100an meter jaraknya, atau bahkan kurang. Tak perlu lagi trekking sampai berkilo-kilo meter, melewati bukit, menyeberang sungai, menembus semak belukar, seperti akses ke beberapa air terjun yang ada di Sumatera Barat. So, semua orang bisa berkunjung ke air terjun kembar ini.


Cantiknya Air Terjun Kembar dan Uniknya Bunga Bangkai

Penamaan air terjun kembar ini bukan tanpa alasan. Bila kita perhatikan, di ujung atas air terjun terdapat sebuah batu sehingga arus air terbagi menjadi 2 bagian dengan proporsi yang hampir serupa. Saat kami datang, malah alirannya menjadi 3 dikarenakan terdapat semak belukar yang tumbuh cukup lebat sehingga menambah potongan aliran air. 

Saat kami tiba, pengunjung lainnya sudah mulai meninggalkan lokasi ini. Kami datang terlalu sore. Tapi itu tak menyurutkan niat kami untuk tetap menikmati keindahannya. Toh malah asik kan saat tempat ini tak lagi ramai, berasa air terjun pribadi.


Sore itu hawa sejuk menjalar ke seluruh tubuh. Terlebih saat cipratan air terjun menyentuh kulit. Brrrr,, sensasi dingin langsung terasa. Sebetulnya kami ingin sekali membasuh tubuh di air terjun, tapi hari yang sudah terlalu sore ditambah air yang semakin dingin bak air es menahan keinginan itu. Lubuk di tempat jatuhnya air terjun pun terlihat menggoda. Seandainya sampai kesini sekitar pukul 4, mungkin kami sudah nyebur ke lubuk itu, basah seluruh tubuh kami dan bercampur keceriaan.

Air terjun tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 20an meter. Di sekelilingnya, terdapat banyak tumbuhan liar yang tumbuh dengan bebasnya. Terdapat hamparan tanah cukup luas di depan air terjun. Di beberapa sudutnya terdapat kursi-kursi dari kayu untuk peristirahatan para pengunjung.. Duduklah disini, dan butiran air dari cipratan air terjun siap menyegarkan kulit..

#BloggerPalanta



Dalam perjalanan menuju air terjun ini, kami blogger palanta ditemani oleh Hanum, duta pariwisata Solok Selatan. Sedangkan Uda Nofrins dan Bang Firza yang sebelumnya bertualang bareng di goa batu kapal, kali ini memilih tujuan yang berbeda, yakni Puncak Bangunrejo, yang kami datangi keesokan harinya.

Sebelum hari semakin gelap, segera gue ambil kamera dan cari spot foto. Ah nyesel juga kenapa gak beli tripod.. Ternyata butuh banget buat motoin air terjun.. Alhasil beberapa gambar yang diambil malah goyang dombret..

Cantikan Hanum atau air terjunnya guys?


Dan yang paling nyesel adalah kenapa gak gue isi daya sampai full tadi malem. Gara-gara keasikan foto-foto di Goa Batu Kapal dan kurangnya daya, baterai kamera udah kelip-kelip berwarna merah.. Bener aja,, baru foto-foto dikit akhirnya koit... Ngiler liat temen-temen kesana kemari nyari spot kece buat foto. Nyesek guys..

Bunga bangkai dan air terjun kembar


Keunikan lain yang ada di dekat air terjun ini adalah adanya bunga bangkai tak jauh dari air terjun. Kita harus melewati aliran sungai untuk menuju ke bunga bangkai. Tenang, pokdarwis telah merapatkan bebatuan dan melengkapinya dengan sebatang kayu yang melintang, sehingga memudahkan pengunjung menyeberangi sungai kecil itu. Hanya cukup berhati-hati saja agar tak terpelanting.

Perlu sedikit usaha dengan melewati jalanan yang sedikit terjal di sini.. Tanahnya cukup labil sehingga kadang tak mampu menopang kaki kita dengan sempurna. Hanya beberapa meter, terpampang bunga bangkai (amorphophallus titanum) yang saat itu tak sedang mekar. Coba kalau mekar, pasti akan lebih cantik.

Kalau bukan karena perlahan berpulangnya mentari ke peraduan, tentu kami masih tetap di sana dan membiarkan segarnya air menyeka seluruh peluh yang menempel di badan. Ah,, next time we will.. :)

#AyoKeSolsel #PesonaSolsel

-----------------------------
FYI
- Lokasi air terjun kembar berada di Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
- Tempat parkir tidak terlalu luas.
- Perjalanan dari Padang menuju Padang Aro sekitar 4-5 jam.
- Perjalanan dari Padang Aro menuju air terjun kembar sekitar 15 menit.
- Harga tiket masuk dan biaya parkir tak sampai IDR 10k.
- Karena letaknya yang di perbukitan dan di kaki gunung kerinci, Kabupaten Solok Selatan memiliki potensi wisata air terjun yang sangat banyak sehingga dijuluki "Nagari Seribu Air Terjun".

Tips
- Gak usah bawa makanan dan minuman, beli di sekitar lokasi aja hitung-hitung membantu perekonomian warga sekitar.
- Jangan corat-coret yeee..
- Jangan buang sampah sembarangan juga.
- Pakailah sandal/sepatu khusus hiking karena untuk mencapai bunga bangkai butuh sedikit perjuangan dan grip alas kaki yang menggigit. 

Fasilitas
- Banyak penjual makanan dan minuman
- mushola kecil
- Toilet
- Tempat ganti baju

P.S.
Saat ini, puluhan air terjun di berbagai belahan Indonesia telah gue kunjungi. Setiap mengunjungi air terjun, gue selalu terkenang memori masa kecil. Saat masih duduk di bangku SD, gue dan teman-teman senang sekali berenang di air terjun kecil di desa kami. Sore hari setelah bermain bola, saat badan kami penuh oleh campuran debu, lumpur, dan keringat, air terjun kecil itu menjadi andalan kami menyegarkan badan sebelum pulang membawa keceriaan. Sekarang, air terjun itu semakin kecil debit airnya, namun kenangan indah masa kecil masih tetap tersimpan, tak hilang ditelan arus kecil itu.



 ---------------------------
Follow me on IG: @barra_baa
---------------------------
 
Spot lain yang gue kunjungi di Solok Selatan:
"Terbenam" Dalam Keelokan Goa Batu Kapal, Solok Selatan

Kunjungi juga cerita perjalanan ke Solsel temen-temen blogger palanta:



Muhammad Irfan (Emen)




Bayu Haryanto (Ubay) 





Fadhlan Yunanda (Nanda)





Dedet Saugia (Dedet)




Sitty Amelia (Titi)



Fakhrozi (Rozi) 
--------------
Traveler Paruh Waktu
--------------

12 comments:

  1. Mantap da. Btw gk ada ya foto Uda masuk. Eh

    Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. di gdrive?? iya bay,, hadeh,, besok yaa :D

      Delete
  2. Sumatera ini emang surganya air terjun ya.. banyak banget air terjunnya dan gede-gede lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. bejibun mas.. tapi yg keren2 banget rata2 harus trekking jauh ke hutan.. paling cepet setengah jam lah..

      Delete
  3. Keren air terjunnya..
    Sayang, jauh dari domisili.. Semoga suatu saat bisa mampir ke sana..

    Salam dari menggapaiangkasa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disini banyak air terjun yang jauh lebih keren dari ini tapi butuh effort lebih buat menggapainya..

      Terimakasih sudah mampir.. :)

      Delete
    2. Sama-sama bung.. Mari saling berbagi..

      Delete
  4. Beuhh.. keren banget nih air terjun.. apalagi ada bunga bangkainya tuhh.. yahud!!!

    ReplyDelete
  5. Nice share. Cantik nian air terjunnya. Jadi tambah penasaran dengan air terjun-air terjun lain di Solok Selatan yang mendapat julukan negeri seribu air terjun. Salam kenal dari Solo. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mas... wah Solo, belum pernah kesana huhu..

      Delete